sudah bertahun-tahun lamanya ngga dibuka lagi ini blog.
tadinya saya mau bikin blog lagi setelah tiba-tiba terserang virus ‘mendadak ingin nulis blog’, tapi jadi ingat dulu pernah punya blog ini dan sempat disebar juga. sayang juga kalau punya sesuatu tapi disia-siakan.
makanya saya kembali lagi mengupdate blog ini
anyway, saya lagi agak serius sekarang, lagi ngga mood untuk bikin blog becanda-becandaan. mungkin lain kali ya saya nulis blog yang kocak ya.
saya sekarang sudah bukan anak SMA yang kerjaannya main-main dan ngga pernah belajar dengan benar. yaa bukan berarti juga sekarang saya jadi mahasiswi yang belajar dengan bener-bener juga.
tapi yang pasti saya udah ngga lagi menetap kuliah di fakultas teknik pertanian di sebuah universitas negeri. bahkan saya juga sedang ngga bertempat tinggal di rumah saya sendiri. saya sedang merantau
sekarang saya seorang mahasiswi semester pertama di sebuah universitas swasta di jakarta. terserah orang mau bilang apa soal swasta dan negeri.
saya tau persis pandangan masyarakat tentang reputasi universitas swasta dan universitas negeri. karena sampai beberapa saat yang lalu pun saya masih memiliki mind set yang seperti itu.
seperti itu yang bagaimana?
maksud saya adalah mindset yang selalu berpikir universitas negeri itu lebih prestisius dibanding universitas negeri yang dianggap lebih mempunyai reputasi di banding universitas swasta.
saya, sebagai mahasiswa yang dibesarkan sejak TK di lingkungan sekolah negeri selalu punya pandangan buruk tentang sekolah swasta. jujur saja saya selalu memandang sekolah swasta itu tidak ada apa-apanya dengan sekolah negeri.
dan saya percaya masih ada kalangan yang berpikir demikian. tidak percaya?
coba anda tanyakan kepada orang-orang yang mau jujur, dan terutama yang terbiasa bersekolah di sekolah negeri.
tapi kembali lagi kepada individu masing-masing, setiap orang mempunyai pengalaman masing-masing, dan setiap pengalaman meninggalkan kesan yang berbeda pula pada setiap individu. sehingga menghasilkan pandangan yang berbeda pula.
lantas mengapa saya lebih memilih meninggalkan universitas negeri yang prestisius dengan fakultas pertaniannya dan lokasinya tidak jauh dari rumah? dan malah memilih universitas swasta yang gema namanya pun jarang terdengar di jakarta sendiri?
jawabannya satu. saya memilih menjadi dokter muslim.
saya berbeda dengan mahasiswa universitas yang manja. saya tidak mau jadi orang yang asal kuliah.
saya bisa buktikan kalau saya bersungguh-sungguh.
saya tidak peduli saya lulusan universitas sebagus apa bila saya kelak di wisuda dengan gelar lain.
saya mau panggilan jiwa saya menjadi dokter yang mulia, mengabdi kepada masyarakat, memajukan kesehatan bangsa, dan berperan aktif dalam teknologi kesehatan negeri.
lebih sederhananya lagi, saya berada disini atas kekeraskepalaan saya yang tidak mau melepaskan impian menjadi dokter.
dan tentunya setiap keputusan selalu memiliki resiko dan pengorbanan. saya siap berkorban.
mengabdikan diri untuk masyarakat, untuk Bangsa Indonesia yang lebih baik.